Pengamatan Ilmiah Dan Stoikiometri KClO3

Nama: M. Rizky Azriel Pasha
NIM : F1D324033
Prodi : Teknik Geofisika
Mata kuliah : Kimia Dasar I 


PENGAMATAN ILMIAH DAN STOIKIOMETRI KClO3

    Kimia merupakan mata pelajaran yang berkaitan erat dengan kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum dapat memberikan pengalaman langsung untuk membuktikan kebenaran dari teori yang telah dipelajari sehingga dapat menimbulkan minat siswa dalam belajar[1]. Melalui kegiatan praktikum siswa akan menemukan berbagai masalah dan mencari penyelesaiannya secara mandiri dan dapat memberikan efek memori jangka panjang [2]. Kegiatan praktikum juga dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan berbagaiketerampilan[3]. Keterampilan penting yang terkait dengan kegiatan laboratorium adalah keterampilan proses sains (Supatmi, 2022).
   
 IIMU kimia, barasal dari bahasa Arab, yaitu al-kimia yang berart Perubahan matari, olch limuwan Arab Jabir bin Hayyan (770-778 M). Dari kata al-kimia diatas dapat disimpulkan secara singkat bahwa ilmu kimia berarti ilmu yang mempelajari rekayasa malari, yaitu mengubah materi Manjadi Materi lain secara lengkapnya, kimia Merupakan suatu dari ilmu pengetahuan alam, yang mempelajari Matari mengenai Struktur dan sifat Matari, Peribahan Materi dan anargi yang turut serta dalam Perubahan suaty zat atau matern. Ilmu kimin Merupakan ilmu yang mempelajari tentang komposisi, Struktur, Sifat dan Perubahan suatu zat umu kimia akan crat kaitannya dengan permasalahan permasalahan sifat suatu unsur dan atom, bagaimana pembentukan suatu senyawa, bagaimana atom berikatan satu sama lainnya, apa kegunaannya dari Suatu material, bagaimana reaksi yang dapat dan dimanfaat kan Halam kehidupan Manisia. Dalam kehidupal sehari-hari Selenarnya kita sering berhubungan dengan imu kimia. Lebih spesifik lagi, kita telah melakukan kontak bangsung dengan bahan-bahan kimia baik itu yang alami Maupun bahan yang buatan (simangun song, 2021).

 Stoikiometri adalah salah satu yang paling konsep dasar yang paling banyak dipelajari di bidang kimia. Stoikiometri digunakan sebagai dasar Untuk Mempelajari kimia kuantitatif lainnya, seperti terasi dan keseim baman kimia Salah satu tolak ukur keberhasilan dalam menuntut kimia dapat dilihat dari pemahaman Stikiometri, karena penerapan Stoikiometri Seperti konsep Mol digunakan dalam praktik laboratorium. Selain itu, Pemahaman konsep Mol Juga memerlukan kemampuan algoritmik, karena dalam penerapannya konsep Mol tidak hanya Menggu nakan operasi perkalian atau pambagian saja, tetapi juga menggunakan Pecahan atau rasio Sedangkan Stoikiometri Memiliki sifat abstrak Yang Manimbulkan kesulitan dalam menghubungkan fenomena Makroskopik, Submikroskopik dan Simbolik Berdasarkan panelitian terdahulu disebut kan bahwa katerampilan Pamacahan Masalah dalam mengembangkan Pangatahuan kimia yang bermakna dapat dicapai Melalui kemampu Merepresentasikan pada tiga tingkatan fenomena kimia yaitu Makros kap Submikroskopik dan simbolik (Fitriani It al., 2022).
 
  Stoikiometri merupakan hal yang sangat pokok dalam pembelajaran kimia terutama saat menyelesaikan soal persamaan kimia dan asam-basa. Stoikiometri memiliki peran yang sangat 
penting dalam pembelajaran kimia. Stoikiometri digunakan dalam perhitungan laju reaksi, kesetimbangan kimia, elektrokimia, penentuan kadar suatu zat atau senyawa, membuat larutan dalam beberapa konsentrasi dan lainnya. Perhitungan stoikiometri juga sering digunakan dalam praktikum kimia, misalnya mencari kadar suatu zat dalam beberapa senyawa, penentuan kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan sebagainya (Novasari, 2020).
  
Stoikiometri adalah studi tentang kuantitas reaktan dan produk yang terlibat dalam reaksi kimia. Selain mengidentifikasi reaktan dan produk dalam reaksi kimia, persamaan yang seimbang memberikan informasi yang berguna yang membantu dalam perhitungan. Stoikiometri merupakan salah satu konsep paling dasar yang dipelajari dalam bidang kimia. Stoikiometri digunakan sebagai dasar untuk mempelajari kimia kuantitatif lainnya, seperti titrasi dan kesetimbangan kimia. Salah satu tolok ukur keberhasilan dalam mempelajari ilmu kimia dapat dilihat dari pemahaman konsep stoikiometri (Hanson, 2016), karena penerapan stoikiometri seperti konsep mol digunakan dalam praktik di laboratorium (Sardans, 2021).

DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, A.R., A. Rahmawati dan U. Lathifa2022 Phenomenakey of canseptual                   understanding Ability, Representation, and Student Algorithm on                         Stoichiometry Materias". Journal of Educational chemistry vol. 4(1) 
               : 9-17
Novasari, U. T., & Rasmawan, R. DESKRIPSI PENERAPAN MODEL THINK PAIR                       SHARE DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING PADA MATERI                           STOIKIOMETRI. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa                       (JPPK), 4(12).
Sardans, J., Janssens, I. A., Ciais, P., Obersteiner, M., & Peñuelas, J. (2021).                               Recent advances and future research in ecological stoichiometry.                           Perspectives in Plant Ecology, Evolution and Systematics, 50, 125611.
Simangunsong, A. D. B., & Pane, E. P. (2021). "Pengembangan Modul Kimia                                        Dasar Berbasis Discovery Learning pada Materi Stoikiometri                                  Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4415-4425.
Supatmi, S. (2022). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Praktikum                   Kimia Berbasis Skala Mikro Materi Stoikiometri. Jurnal Riset                                   Pendidikan Kimia (JRPK), 12(1), 47-58.

Komentar